Partai komunis Indonesia didirikan
pada tahun 1921 atau 23 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Aliran ini sangat menentang
kapitalis yang berkembang di amerika dan Negara-negara eropa lainnya. Sebaliknya,
aliran ini menganut pemikiran Karel Marx -pemikiran yang ditetapkan di rusia- yang
bahwasanya Negara memiliki hak penuh terhadap kepemilikan tanah, perusahaan, pabrik-pabrik,
dan kekayaan alam. Sebagaimana mereka juga tidak mengakui tentang keberadaan
tuhan. Dan juga para rakyat tidak diperkenankan memiliki apapun kecuali alat
rumah tangga yang mereka gunakan sehari-hari.
Setelah Indonesia merdeka,
komunisme menjadi sekte yang resmi di Indonesia. Dan mereka mengumpulkan
anggota mereka dari kalangan buruh-buruh pabrik dan perusahaan bahkan dari sebagian
kalangan petani. Dan komunisme itu sendiri adalah bagian dari empat kelompok besar
pada saat itu seperti Masyumi, Nahdhatul Ulama (NU), dan Partai Nasional
Indonesia (PNI). Kemudian presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno membangun Negara
ini berasaskan empat kelompok tersebut, bahkan Soekarno menyebutnya sebagai
empat tumpuan, seakan-akan Negara ini bertumpu di atas empat pilar tersebut.
Pada awal enam puluhan,
terjadilah krisis yang beragam di Indonesia yang puncaknya adalah krisis
moneter. Maka berhentilah segala proyek pengembangan disebabkan sedikitnya
keuangan. Akhirnya, permasalahan-permasalahan yang berasal dari masyarakat, ideologi,
dan politik ini berujung kepada kerusuhan di setiap kalangan masyarakat di Indonesia.
Kemudian angkatan darat menemui partai-partai politik terlebih partai komunis.
Partai komunis sangat membenci
akan kemunculan angkatan darat, terlebih ketika mereka membebaskan papua barat
dari Portugal dan menyatukannya dengan Indonesia. Dan angkatan darat juga
menghentikan para pemberontak yang ingin membentuk pasukan sendiri di Indonesia.
Kemudian para penganut komunisme meminta kepada pemerintah untuk mempersenjatai
para buruh dan petani. Akan tetapi hal
ini ditolak mentah-mentah oleh angkatan darat walaupun sebagian mereka
mendukung partai ini. Maka, para penganut komunisme pun murka terhadap
keputusan tersebut. Mereka berusaha untuk mengadakan perlawanan terhadap
angkatan darat dengan membunuh pembesar mereka seperti jenderal Ahmad Yani dan
rekan-rekannya.
Akan tetapi, angkatan darat
mempersenjatai para mahasiswa dan santri serta melatih mereka dalam
menggunakannya. Dan dalam keadaan yang sangat krisis ini, tiga orang pembesar
ankatan darat yaitu Muhammad Yusuf, Basuki, dan Amir Mahmud pergi untuk menemui
Soekarno dan berkata bahwasanya negera Indonesia belum stabil dan presiden
harus membubarkan partai komunis di Indonesia. Kemudian Ir.Soekarno memerintahkan
Soeharto yang pada saat itu ia menjabat sebagai kepala staff untuk angkatan
darat untuk mengamankan kondisi. Soeharto pun menerima perintah ini dan beliau
menjadi kepala Negara. Soeharto membasmi komunisme di Indonesia dan menjabat
selama 32 tahun. Beliau berhenti menjabat setelah banyak gugatan dari mahasiswa
dan rakyat. Kemudian jabatan tersebut dilanjutkan oleh wakil Beliau,Ir.Habibie.
Referensi:Buku Muthalaah lil mustawaa ats tsaaniiy karangan Drs.Utsman Husain,Lc.,MAG (Dosen di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)
follow me on Instagram: