Selasa, 17 Maret 2020

Partai Komunis Indonesia

Partai komunis Indonesia didirikan pada tahun 1921 atau 23 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Aliran ini sangat menentang kapitalis yang berkembang di amerika dan Negara-negara eropa lainnya. Sebaliknya, aliran ini menganut pemikiran Karel Marx -pemikiran yang ditetapkan di rusia- yang bahwasanya Negara memiliki hak penuh terhadap kepemilikan tanah, perusahaan, pabrik-pabrik, dan kekayaan alam. Sebagaimana mereka juga tidak mengakui tentang keberadaan tuhan. Dan juga para rakyat tidak diperkenankan memiliki apapun kecuali alat rumah tangga yang mereka gunakan sehari-hari.

Setelah Indonesia merdeka, komunisme menjadi sekte yang resmi di Indonesia. Dan mereka mengumpulkan anggota mereka dari kalangan buruh-buruh pabrik dan perusahaan bahkan dari sebagian kalangan petani. Dan komunisme itu sendiri adalah bagian dari empat kelompok besar pada saat itu seperti Masyumi, Nahdhatul Ulama (NU), dan Partai Nasional Indonesia (PNI). Kemudian presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno membangun Negara ini berasaskan empat kelompok tersebut, bahkan Soekarno menyebutnya sebagai empat tumpuan, seakan-akan Negara ini bertumpu di atas empat pilar tersebut.

Pada awal enam puluhan, terjadilah krisis yang beragam di Indonesia yang puncaknya adalah krisis moneter. Maka berhentilah segala proyek pengembangan disebabkan sedikitnya keuangan. Akhirnya, permasalahan-permasalahan yang berasal dari masyarakat, ideologi, dan politik ini berujung kepada kerusuhan di setiap kalangan masyarakat di Indonesia. Kemudian angkatan darat menemui partai-partai politik terlebih partai komunis.

Partai komunis sangat membenci akan kemunculan angkatan darat, terlebih ketika mereka membebaskan papua barat dari Portugal dan menyatukannya dengan Indonesia. Dan angkatan darat juga menghentikan para pemberontak yang ingin membentuk pasukan sendiri di Indonesia. Kemudian para penganut komunisme meminta kepada pemerintah untuk mempersenjatai para buruh  dan petani. Akan tetapi hal ini ditolak mentah-mentah oleh angkatan darat walaupun sebagian mereka mendukung partai ini. Maka, para penganut komunisme pun murka terhadap keputusan tersebut. Mereka berusaha untuk mengadakan perlawanan terhadap angkatan darat dengan membunuh pembesar mereka seperti jenderal Ahmad Yani dan rekan-rekannya.

Akan tetapi, angkatan darat mempersenjatai para mahasiswa dan santri serta melatih mereka dalam menggunakannya. Dan dalam keadaan yang sangat krisis ini, tiga orang pembesar ankatan darat yaitu Muhammad Yusuf, Basuki, dan Amir Mahmud pergi untuk menemui Soekarno dan berkata bahwasanya negera Indonesia belum stabil dan presiden harus membubarkan partai komunis di Indonesia. Kemudian Ir.Soekarno memerintahkan Soeharto yang pada saat itu ia menjabat sebagai kepala staff untuk angkatan darat untuk mengamankan kondisi. Soeharto pun menerima perintah ini dan beliau menjadi kepala Negara. Soeharto membasmi komunisme di Indonesia dan menjabat selama 32 tahun. Beliau berhenti menjabat setelah banyak gugatan dari mahasiswa dan rakyat. Kemudian jabatan tersebut dilanjutkan oleh wakil Beliau,Ir.Habibie. 



Referensi:Buku Muthalaah lil mustawaa ats tsaaniiy karangan Drs.Utsman Husain,Lc.,MAG (Dosen di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)




follow me on Instagram:

1 komentar: