Sabtu, 02 November 2019

Biografi Syekh Abdurrauf as Singkiliy

Nama lengkap beliau adalah Abdurrauf bin Ali al Fansuriy as Singkiliy.Fansuriy seperti yang dikatakan oleh Voorhoeve adalah wilayah yang disebut untuk semua area pesisir pantai barat Sumatra.Ini menunjukkan bahwasanya asal beliau dari Sumatra Melayu dan sekarang menjadi Indonesia tepatnya di Singkil,Aceh.Atau sekarang disebut dengan Aceh Singkil.Dan pendapat tentang asal Beliau ini dikuatkan oleh A.H. Johns bahwasanya Syekh Abdurrauf adalah seorang pelajar dari Sumatra yang pergi ke Mekkah al Mukarramah sekitar tahun 1640 Masehi untuk menuntut ilmu di sana.

Walaupun Syekh Abdurrauf merupakan seorang yang Alim lagi terkenal di kalangan masyarakat Melayu,namun tahun dan tempat lahirnya belum diketahui secara pasti sampai kini.Karena belum ada tulisan-tulisan yang mencakup terkait akan hal ini,baik dari Beliau sendri maupun dari orang-orang yang segenerasi dengan Beliau.Namun ada diantara para penulis yang berusaha untuk mengetahui tahun lahir Beliau melalui hasil karya Beliau ('umdatul muhtaajin fii suluuki maslakil mufradiin)seperti D.A. Rinkers dan H.J de Graff, yang mana ada dijelaskan di buku tersebut bahwasanya Beliau belajar di Negeri Arab dalam kurun waktu sembilan belas tahun kemudian pulang ke Fansuriy setelah gurunya Ahmad Qushaishiy wafat pada tahun 1661 Masehi.Kemudian D.A. Rinkers  menetapkan bahwasanya Beliau meninggalkan Fansuriy tahun 1642 untuk menuntut ilmu dengan Ulama-ulama besar Arab.Seperti yang di tetapkan bahwasannya setiap orang yang pergi ke luar negeri pada masa itu umurnya bekisar antara 25 sampai 30 tahun.Mengenai ini,Rinkers menyimpulkan bahwasanya Syekh Abdurrauf lahir pada tahun 1915 dan pendapat ini diterima oleh sebagian sejarawan.

Sebagaimana berbedanya pendapat para penulis dalam hal tanggal kelahiran Beliau,para penulis juga berbeda pendapat terhadap tempat kelahiran Beliau.Ada yang mengatakan bahwa Beliau lahir di Fansuriy yaitu tepatnya di Barus, Sumatera Utara.Peunoh Daly berkata,bahwa Beliau lahir di desa Suro di Fansuriy yang merupakan suatu tempat di wilayah Singkil.Nisbah beliau kepada Singkil adalah lebih tepat.Ayah Beliau adalah orang Arab dan merupakan seorang yang 'Alim.Dikenal dengan nama Syekh 'Ali yang menikahi seorang perempuan dari Fansuriy.

Seperti yang diketahui,bahwasanya Abdurrauf berasal dari keluarga yang berpendidikan.Maka Beliau dibentuk dari kecil dibawah bimbingan agama dari ayahnya sendiri,Syekh 'Ali dan juga dari ulama Fansuriy.Dan Fansuriy kala itu merupakan pusat kegiatan belajar mengajar tentang Islam.Kemudian Beliau melanjutkan pendidikannya ke ibukota kerajaan Aceh yaitu Kutaraja pada masa kegemilangan kerajaan tersebut, dibawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.

Ketika menginjak usia remaja, Beliau melanjutkan pendidikannya ke negeri Arab pada sekitaran tahun 1642 sebagaimana yang Beliau tegaskan sendiri dalam bukunya yang berjudul ('umdatul muhtaajiin ilaa suluuki maslakil mufradiin).Dalam perjalanannya ke Mekkah,Beliau sempat singgah di sebagian tempat untuk menjumpai ulama-ulama besar agar bisa bertalaqqiy ilmu dari mereka.Beliau sempat singgah di Dhuha,Baitul Faqiih,Zabid,Lihyah,Muuza',Taa'uz,Hudaidah,dan Madinah.Beliau menjumpai sembilan belas ulama dan mendebat tujuh belas di antaranya.Kebanyakan mereka merupakan para Muftiy dan Qoodhiy yang menetapkan hukum tentang perkara-perkara Islami di kalangan umat.Melalui perdebatan tersebut,Beliau mendapatkan keuntungan yang baik yaitu ide-ide dan cara-cara untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi di kalangan para ulama Aceh perihal aliran Sufi al-I'tiqodiyyah al-Wujuudiyyah yang di bawa oleh Hamzah al-Fansuriy dan Syamsuddin as-Sumatraaniy yang kemudian aliran ini juga di ingkari oleh Nuruddin ar-Raniry yang merupakan seorang ulama fiqih.

Syekh Abdurrauf mempelajari tafsir dari Syekh Abdullah bin Muhammad al-'andaaniy yang merupakan seorang mufassir lagi hafal Alquran yang terkenal di Zabid,Yaman.Dan Beliau juga mempelajari Hadits dan Fiqih dari Syekh Ali bin Muhammad ad-Daibiy,Ali ath-Thabariy,Ishaq bin Abdullah Jum'an dan Ibrahim bin Abdullah Jum'an.Kemudian Beliau mempelajari Tasawuf dari gurunya Ahmad Qushaishiy di Madinah al-Munawwarah.Setelah itu Beliau merasa telah mendapatkan suatu kenikmatan dari ilmu dan Beliau melanjutkan pembelajarannya di Madinah kepada Syekh Ibrahim al-Quruuniy hingga memperoleh darinya sertifikat universal.Dengan diberikannya sertifikat tersebut oleh gurunya,ini menunjukkan bahwasanya beliau mendapatkan izin dari gurunya untuk menyebarkan Tarekat Syaththariyyah.an Syekh Abdurrauf telah menegaskan di bukunya ('umdatul muhtaajiin) tentang silsilah Tarekat Syaththariyyah dari gurunya hingga sampai kepadanya.

Dan Syekh Abdurrauf di panggil dengan nama Syekh/Syiah Kuala karena Beliau mengajarkan ilmu di desa Kuala yang terletak di tepi sungai Aceh (Krueng Aceh) dan itu merupakan wilayah Banda Aceh sekarang.Maka masyarakat wilayah ini memanggilnya Syekh Kuala berdasarkan tempat Beliau bermukim.Beliau dikebumikan di Kuala,tepatnya di Desa Deyah Raya.Serta kini makam Beliau dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat karena Beliau merupakan saksi hidup untuk sejarah kita.

(Makam syekh Abdurrauf)


Tempat lokasi:

Referensi:Buku Muthalaah lil mustawaa al ulaa karangan Drs.Utsman Husain,Lc.,MAG (Dosen di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)

1 komentar: